Ikan Mujair ikan yang paling banyak menjadi obyek pemancingan alam


Kalau anda suka memancing di perairan alam, seperti danau dan waduk, maka pastil anda sering mendapatkan ikan ini. Namanya ikan mujair, memiliki nama latin ( Oreochromis Mosambicus ) . ikan ini memang jarang di budidayakan di kolam karena memiliki tingkat ekonomis yang rendah, meski terdapat banyak penjual ikan biasanya mereka lebih memilih untuk membeli ikan nila yang lebih besar.
Ikan mujair memang tidak terlalu enak dimakan, karena ikan ini memiliki duri yang sangat banyak. Jika dijualpun harganya tidak mahal, sehingga para pemilik kolam pembenihan lebih menyukai memelihara ikan lain sebagai komoditi nya.

Asal Mula Ikan Mujair


Bapak Iwan Dalauk yang akrab dipanggil Mbah Moedjair lahir di Desa Kuningan, 3 Km arah timur pusat Kota Blitar. Dari pasangan Bayan Isman dan Ibu Rubiyah, beliau lahir tahun 1890. Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang masa kecil sampai remaja, karena sudah habis nara sumber yang seangkatan dengan beliau.
Moedjair anak ke-4 dari 9 bersaudara, menikah dengan Partimah Desa Kuningan pada waktu itu. Dari pernikahan ini Moedjair dikaruniai 7 anak, yaitu : Wahanan, Napiyah, Thoyibah, Imam Soepardi, Ismoenir, Djaenuri, Daud. Kesemua anak beliau sekarang sudah meninggal kecuali Ismoenir yang tinggal di Kanigoro Blitar dan Djaenuri yang tinggal di Kencong Jember.

Mujair

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Mujair adalah sejenis ikan air tawar yang biasa dikonsumsi. Penyebaran alami ikan ini adalah perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar, tak urung ikan tersebut dinamai ‘mujair’ untuk mengenang sang penemu.

Nama ilmiahnya adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut "Java tilapia".

Cara Mudah Membuat Penyedot Limbah Vortex Otomatis


Vortex chamber yang dimaksud di sini merupakan sebuah media berbentuk tabung dengan dasar meruncing ke bawah (kerucut) yang berfungsi untuk memfilter kotoran padat hasil akhir proses metabolisme pada ikan. Dengan berputarnya air sebagai suatu proses semestinya di dalam vortex berikut karena gaya gravitasi, menyebabkan endapan kotoran cenderung untuk berkumpul di pucuk kerucut paling bawah.

Kolam Cigugur, Kolam Terapi Ikan


Inginkah Anda merasakan sensasi geli namun asyik pada kaki Anda? Jika ya maka Anda harus datang ke Kolam Cigugur. Karena disini ketika kaki Anda dicelupkan ke dalam kolam puluhan Ikan Nilem tanpa dikomandai akan mengerubungi kaki Anda sambil menggigitinya. Awalnya mungkin Anda akan menjerit karena sakit tapi setelah itu geli dan selanjutnya asyik. 

Kolam Cigugur terletak di  Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Ikan Nilem yang berada dalam Kolam Cigugur dipercaya dapat menjadi terapi bagi kulit Anda. Karena ikan-ikan nilem ini akan menggigiti kulit mati dan kering di setiap sudut kaki Anda.

Ikan Nilem Suka Menggigit


KALIPUCANG - Bisanya ikan takut sama manusia. Namun berbeda dengan ribuan ikan nilem di kolam milik seorang nenek bernama Karmini (65), warga  RT 05 RW 01 Dusun Giri Setra Kecamatan Kalipucang. Prilaku ikan nilem di kolam samping rumahnya mirip dengan kangal fish atau garra rupa asal Turki yang dikenal sebagai ikan terapi. Jika ada orang masuk ke kolamnya, ratusan ikan nilem tersebut akan berkerumun mengerubutinya.

Ikan nilem baik untuk kesehatan & kantung

Ikan nilem baik untuk kesehatan & kantung
oleh : Nurudin Abdullah

Ikan goreng tidak selalu disajikan sebagai lauk untuk teman makan nasi. Buktinya, ikan nilem asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang digoreng kering cukup nikmat untuk disajikan dalam bentuk makanan ringan.

Apalagi nilem (osteochilus hasseltii) termasuk jenis ikan organik, karena dibudidayakan secara alamiah di kolam air tawar dengan pakan dedaunan dan plankton atau lumut yang menempel.